Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 April 2010

DETEKSI DINI DEMAM BERDARAH

Beberapa bulan terakhir ini, di kota tempat saya tinggal, muncul peningkatan kasus Demam Berdarah. Bahkan ada pula yang meninggal. Sebenarnya pemerintah sudah menggembor-gemborkan pencegahan demam berdarah melalui PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk) namun program tersebut belum maksimal manfaatnya, mengingat kesadaran masyarakat masih rendah. Nah, untuk itu, Bunda harus memulai sendiri kegiatan PSN di rumah serta memahami tanda dan gejala dini demam berdarah.

Demam Berdarah Dengue merupakan penyyakit akut yang ditandai dengan empat gejala klinik, yaitu demam tinggi, fenomena perdarahan, pembesaran hati, dan seringkali disertai kegagalan sirkulasi (syok).

Dalam pemeriksaan laboratorium darah penderita, akan didapatkan peningkatan hematokrit dan trombositopeni(jumlah trobosit kurang dari normal, biasanya <100.000). Hal ini terjadi karena perembesan plasma dan kelainan hemostasis (respon perdarahan) Setelah masa inkubasi 4-6 hari, penyakit ini akan diikuti oleh demam mendadak tinggi, dan sakit kepala. Nafsu makan hilang, mual, muntah, juga nyeri di perut dibawah lengkung iga sebelah kanan. Pada anak, peningkatan suhu mendadak bisa menyebabkan kejang demam. Perdarahan spontan yang sering terjadi pada awal perjalanan penyakit adalah petekie(berupa titik2 kemerahan pada kulit yang tidak hilang pada peregangan kulit) , ekimosis (perdarahan di selaput mata), atau hematoma(bercak kebiruan akibat respon pembekuan darah menurun) di daerah tusukan jarum. Masa kritis DBD adalah pada hari 3-7 dimana suhu badan cenderung turun. Pada saat suhu turun muncul tanda-tanda kegagalan sirkulasi, yaitu: keringat dingin, gelisah, kaki tangan dingin. Bila anak tidak segera diobati degan pemberian cairan, maka kondisi anak akan memburuk dan terjadi syok. Syok lama biasanya sulit tertolong. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan deteksi dini DBD. Pemeriksaan Laboratorium Penunjang
1. Pada awal perjalanan penyakit jumlah sel darah putih normal/berkurang.
2. tromositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal) dan hemokonsentrasi, kedua hal ini terjadi sebelum suhu turun dan sebelum terjadi syok.
3. kelainan pembekuan sesuai derajat penyakit
4. penurunan jumlah protein plasma, terutama hipoalbuminemia.
serum alanin aminotransferase sedikit meningkat.

Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pencitraan radiologi dan USG, kelainan yang dideteksi adalah : pelebaran pembuluh darah paru, efusi pleura, kardiomegali(pembesaran jantung), dan efusi perikard, hepatomegali(pembesaran hati), pelebaran vena hepatica, cairan dalam rongga peritonium dan penebalan dinding vesika felea.

Tes lainnya yang penting :
1. Uji Elisa Anti Dengue Ig M
Ig M adalah antibodi yang terentuk akibat reaksi terhadap virus Dengue yang menginfeksi tubuh seseorang. Ig M muncul pada hari ke-3 dan biasanya sudah dapat terdeteksi pada hari ke-5.
2. Pemeriksaan Protein Non Struktural-1 Dengue (NS 1)
pemeriksaan baru yang dikembangkan untuk mendeteksi lebih awal virus Dengue bahkan pada hari pertama onset demam.
Selain kedua tes di atas ada pula uji hambatan Hemaglutinasi dan Tes Dengue Blot.

Demikian tentang deteksi dini Demam Berdarah semoga bermanfaat.....

Sabtu, 04 Juli 2009

Demam Tidak Selalu Karena Infeksi


Dikatakan demam(panas) apabila suhu tubuh di atas 37,2 derajat celcius.
Sedangkan gejala demam dapat ditemukan pada kondisi-kondisi berikut ini :

1. Infeksi
Infeksi oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit.

2. Neoplasma (tumor)
tumor solid, limfoma, penyakit Hodkin, leukemia. Demam pada leukemia dapat disebabkan infeksi namun dapat pula karena penyakit primernya, terutama pada Leukemia Myelogenous Kronik.

3. Penyakit pada jaringan ikat
Contoh : Demam Rematik Akut, Artritis reumatoid, Penyakit Still, SLE, vaskulitis

4. Gangguan pengaturan suhu tubuh (termoregulator)
Heat stroke(serangan udara panas), badai tiroid, sindroma neuroleptik maligna.
Badai tiroid dapat terjadi akibat komplikasi post operasi pasien hipertiroid. Sedangkan sindroma neuroleptik maligna yaitu hipertermi, hipertoni (kekakuan) otot, perubahan status mental, dan instabilitas sistem syaraf autonom pada pasien dengan neuroleptik.

5. Obat-obatan
Antibiotik (penisilin, sefalosporin, sulfonamid)
Methildopa
Hydralazine
Phenitoin
Klorpromazin
Anti inflamasi : ibuprofen (ni banyak dipake di puskesmas)
Dll

6. Demam yang tidak diketahui sebabnya (Fever Of Unknown Origin)
Demam >38,3 derajat celcius, lamanya minimal 3 minggu, dengan sebab yang tak terdefinisi

Taken from : Internal Medicine On Call, 1997