Beberapa bulan terakhir ini, di kota tempat saya tinggal, muncul peningkatan kasus Demam Berdarah. Bahkan ada pula yang meninggal. Sebenarnya pemerintah sudah menggembor-gemborkan pencegahan demam berdarah melalui PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk) namun program tersebut belum maksimal manfaatnya, mengingat kesadaran masyarakat masih rendah. Nah, untuk itu, Bunda harus memulai sendiri kegiatan PSN di rumah serta memahami tanda dan gejala dini demam berdarah.
Demam Berdarah Dengue merupakan penyyakit akut yang ditandai dengan empat gejala klinik, yaitu demam tinggi, fenomena perdarahan, pembesaran hati, dan seringkali disertai kegagalan sirkulasi (syok).
Dalam pemeriksaan laboratorium darah penderita, akan didapatkan peningkatan hematokrit dan trombositopeni(jumlah trobosit kurang dari normal, biasanya <100.000). Hal ini terjadi karena perembesan plasma dan kelainan hemostasis (respon perdarahan) Setelah masa inkubasi 4-6 hari, penyakit ini akan diikuti oleh demam mendadak tinggi, dan sakit kepala. Nafsu makan hilang, mual, muntah, juga nyeri di perut dibawah lengkung iga sebelah kanan. Pada anak, peningkatan suhu mendadak bisa menyebabkan kejang demam. Perdarahan spontan yang sering terjadi pada awal perjalanan penyakit adalah petekie(berupa titik2 kemerahan pada kulit yang tidak hilang pada peregangan kulit) , ekimosis (perdarahan di selaput mata), atau hematoma(bercak kebiruan akibat respon pembekuan darah menurun) di daerah tusukan jarum. Masa kritis DBD adalah pada hari 3-7 dimana suhu badan cenderung turun. Pada saat suhu turun muncul tanda-tanda kegagalan sirkulasi, yaitu: keringat dingin, gelisah, kaki tangan dingin. Bila anak tidak segera diobati degan pemberian cairan, maka kondisi anak akan memburuk dan terjadi syok. Syok lama biasanya sulit tertolong. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan deteksi dini DBD. Pemeriksaan Laboratorium Penunjang
1. Pada awal perjalanan penyakit jumlah sel darah putih normal/berkurang.
2. tromositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal) dan hemokonsentrasi, kedua hal ini terjadi sebelum suhu turun dan sebelum terjadi syok.
3. kelainan pembekuan sesuai derajat penyakit
4. penurunan jumlah protein plasma, terutama hipoalbuminemia.
serum alanin aminotransferase sedikit meningkat.
Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pencitraan radiologi dan USG, kelainan yang dideteksi adalah : pelebaran pembuluh darah paru, efusi pleura, kardiomegali(pembesaran jantung), dan efusi perikard, hepatomegali(pembesaran hati), pelebaran vena hepatica, cairan dalam rongga peritonium dan penebalan dinding vesika felea.
Tes lainnya yang penting :
1. Uji Elisa Anti Dengue Ig M
Ig M adalah antibodi yang terentuk akibat reaksi terhadap virus Dengue yang menginfeksi tubuh seseorang. Ig M muncul pada hari ke-3 dan biasanya sudah dapat terdeteksi pada hari ke-5.
2. Pemeriksaan Protein Non Struktural-1 Dengue (NS 1)
pemeriksaan baru yang dikembangkan untuk mendeteksi lebih awal virus Dengue bahkan pada hari pertama onset demam.
Selain kedua tes di atas ada pula uji hambatan Hemaglutinasi dan Tes Dengue Blot.
Demikian tentang deteksi dini Demam Berdarah semoga bermanfaat.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan mengkritisi dan memberi masukan yang positif yach...