KEWAJIBAN DAIYAH MUSLIMAH
Apakah arti da’i?
Da’I adalah seseorang yang menyeru/mengajak kepada Islam.
Dalam hal ini kita menemukan beberapa kosa kata dengan maksud yang hampir sama yakni :
Mubalighah : wanita yg menyampaikan pesan pesan Islam kpd masyarakat
Ustadzah : guru
Mu’allimah : wanita yang memberikan pengajaran atau ilmu kepada orang lain
Mudarrisah : wanita yang mengajarkan atau membimbing proses belajar mengajar.
Murabbiyah ; akhawat muslimah yang membimbing, mendidik,dan membina masyarakat.
Dengan demikian seorang pembina adalah mubalighah, mudarrisah, mu’allimah, sekaligus murabbiyah.
Pada konteks pembahasan ini maka seorang pembina adalah sosok pribadi yang melakukan kegiatan tarbiyah, yakni seseorang yang membina, membimbing, mendidik satu atau beberapa mutarobiyah untuk mencapai tujuan bersama.
Antara murobbi dan mutarobi terdapat ikatan kejamaahan, sistem, tujuan, moral, emosional dan ikatan keilmuan.
Apakah sulit menjadi seorang murobbi?
Aktivis dakwah menganggap sulit untuk menjadi murobbi karena merasa adanya kelemahan dan kekurangan diri. Padahal dengan menilik arti murobbi di atas, maka tidak hanya ilmu yang dibutuhkan disini. Bila sebuah pembinaan hanya untuk tranfer ilmu, maka seorang murobbi memang harus mempunyai kadar keilmuan yg mumpuni. Namun ternyata tidak demikian halnya. Proses tarbiyah merupakan representasi dari kegiatan JAMAAH , maka kekuatannya adalah pada sistem, bukan semata-mata dari murobbi saja.
Ulama Sa’id bin Jubair berkata,”Apabila seseorang tidak mau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar sampai dalam dirinya tidak ada sesuatu (hal yang tidak baik) niscaya tidak ada seorang pun yg menjalankan amar ma’ruf dan nahi mungkar”.
Al Qurthubi berkata : ”Orang-orang berilmu berkata, tidaklah termasuk syarat orang yg melakukan nahi mungkar bahwa ia harus orang yang suci dari maksiat, tapi orang-orang yang mengerjakan maksiat itu melakukan nahi mungkar kepada sesama mereka”
Dengan demikian syarat menjadi Pembina adalah sbb :
1.Kesediaan untuk berproses bersama dalam kebaikan sesuai mekanisme kejamaahan
2.kesediaan untuk berproses bersama para kader untuk mengoptimalkan berbagai potensi positif yang dimiliki
3.Kesungguhan untuk mengelola proses pembinaan dalam bingkai sistem
4.Kemauan yang kuat untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri
5.Pemahaman akan visi, misi, tujuan, tahapan, metode, serta sarana dalam pembinaan.
Jadi, untuk berdakwah, masihkah kita tidak Pede? Menunggu berguru ke berapa pesantren?
Ayo, semangat bu...
Sumber : "Menjadi Murobbiyah Sukses" Cahyadi Takariawan dan Ida nurlaila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan mengkritisi dan memberi masukan yang positif yach...