Selasa, 20 April 2010

Keputihan karena Jamur


Kandidiasis Vulvovaginal

Kandidiasis vulvo vaginal (KVV) adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candidiasis sp di area kewanitaan. KV sering terjadi pada wanita usia produktif. Biasanya pada kehidupan setiap wanita paling tidak pernah terjadi 1 kali keputihan karena KVV.

Wanita dapat terjangkit KVV karena beberapa hal :
  1. Kehamilan, karena perubahan hormone
  2. Pengguna kontrasepsi hormonal
  3. Stress psikologis
  4. Konsumsi antibiotik , antibiotic dapat membunuh bakteri baik yang menjaga keseimbangan flora normal di vagina. Akibatnya pertumbuhan Candida sp tidak terkendali dan mengakibatkan penyakit.
  5. Penderita kencing manis(Diabetes Mellitus)
  6. Pakaian ketat dan penggunaan celana dalam  dari bahan yang tidak menyerap keringat(nilon), menimbulkan suasana yang disenangi Candida sp.

Bagaimanakah gejalanya?
Tidak ada gejala yang khas, tapi terutama yang muncul adalah keputihan dan gatal.
Keputihan berwarna putih susu, tidak berbau, dan bergumpal. Dapat pula muncul rasa nyeri pada vagina, nyeri saat Buang Air Kecil, sensasi terbakar pada vulva, dan bias pula muncul nyeri saat hubungan suami istri(dispareuni).

Bila bunda mengalami hal ini, coba tanyakan kepada suami kita apakah ia merasakan adanya sensasi terbakar, gatal dan kemerahan pada alat kelamin. Bila iya, kemungkinan besar suami kita juga mengalami infeksi yang sama. Walaupun pada pria hal tersebut merupakan self limiting disease (sembuh sendiri).

Nah, segeralah ke dokter, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan duh vagina untuk memastikan diagnosa.
Obat yang diberikan bisa berupa obat peroral dan pervaginal.
Kata kuncinya adalah disiplin dalam terapi yang disarankan dokter, harus sabar juga lo bu….Apalagi angka kejadian rekurensi(infeksi berulang) tinggi. Jangan bosan untuk berobat. Ajak pasangan untuk berobat bila dipastikan si dia juga terinfeksi.

Pencegahan :
  1. Pakailah baju yang longgar dan cel-dam yang menyerap keringat.
  2. Bila pasangan ada gejala KVV, obati dan hindari kontak seksual, kecuali anda memakai kondom
  3. Jaga selalu kebersihan miss V, terutama saat menstruasi. Jangan tunggu pembalut terasa tidak nyaman ya…
  4. Boleh juga menggunakan air rebusan daun sirih untuk mencuci miss V, tapi jangan terlalu sering. Pengalaman pribadi, saya biasanya menggunakan air rebusan daun sirih setelah menstruasi.
  5. Ini yang penting A-B-4 C (Abstinence, Be faithful, Contract Treatment, Compliance, Confidential counselling, Condom use), alias setialah pada pasangan, jangan coba-coba……………kalau Cuma KVV insya Alloh ada obatnya, tapi kalau tertular HIV/AIDS? Apalagi sekarang sudah banyak ibu2 RT positif HIV/AIDS gara-gara tingkah sang bapak….hm….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengkritisi dan memberi masukan yang positif yach...