Selasa, 07 Juli 2009

BAHAYA DEODORAN DAN ANTI PERSPIRANT UNTUK KESEHATAN

Sebagian besar deodoran dan anti perspirant mengandung bahan-bahan kimia seperti alumunium, parabens dan propilen glikol. Dimana bahan-bahan kimia tersebut ternyata memiliki hubungan erat dengan kejadian penyakit Alzheimer dan kanker payudara.
Bahan-bahan berbahaya tersebut adalah :

1. Alumunium
Alumunium banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari, misalnya dalam antiperspiran deodoran, kaleng minuman ringan, obat(sebagai buffered aspirin), serta alat-alat masak yang terbuat dari alumunium.
Alumunium yang terkandung dalam antiperspirant dan deodoran adalah alumunium sulfat atau alumunium klorida, berfungsi untuk mencegah keluarnya keringat. Di lain pihak, keringat merupakan mekanisme tubuh untuk mengatur suhu tubuh dan salah satu cara pembuangan racun.
Dr Chris Exley dari universitas Keele, meneliti tentang toksisitas alumunium menemukan fakta bahwa alumunium bersifat metalloestrogen, toksik, diikat oleh DNA, serta bersifat karsinogenik. Pada biopsi payudara juga terlihat indikasi alumunium dapat menjadi sebab terjadinya kanker payudara.
WHO juga menemukan adanya hubungan antara paparan alumunium dengan penyakit Alzheimer. Semakin tinggi frekuensi penggunaan alumunium, semakin tinggi pula resiko terjadinya penyakit tersebut. Tingginya konsentrasi alumunium dapat ditemukan di otak penderita Alzheimer, walaupun hal ini jarang terjadi. Namun pada binatang percobaan yang disuntik alumunium pada otaknya ternyata ditemukan penyakit neurologis dengan gejala mirip alzheimer.

2. Parabens
Parabens berfungsi sebagai zat tambahan. Aktivitasnya bersifat mirip estrogen, sehingga dapat mengganggu fungsi hormon dalam tubuh. Dalam suatu penelitian ternyata zat ini pernah ditemukan pada penderita kanker payudara, di daerah dekat ketiak.

3. Mineral oil
Zat ini berfungsi untuk menutup pori-pori. Akibatnya akan mengganggu proses penguapan tubuh serta detoksifikasi melalui keringat.

4. Propilen glikol
Zat ini bersifat neurotoksin, dapat menyebabkan terjadinya kontak dermatitis serta kerusakan ginjal dan hati.

Lalu bagaimana cara mengatasi bau badan dan keringat berlebih tanpa deodoran?
Pada dasarnya, keringat berlebih yang menyebabkan bau badan yang kurang sedap, disebabkan oleh apa-apa yang kita makan. Untuk mencegah bau badan tak sedap, hindari makanan berikut : kopi, makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh rantai panjang, serta memperbanyak konsumsi sayur serta buah-buahan.

Pada kasus tertentu, terkadang dengan diet belum bisa mengatasi masalah bau badan, sehingga perlu penanganan ekstra. Pakailah deodoran yang tidak mengandung alumunium, paraben dan propilen glikol. Gantilah dengan deodoran alami seperti kristal deodoran.
Dalam pengobatan tradisional, rebusan daun sirih dapat pula mengurangi masalah bau badan.

Sabtu, 04 Juli 2009

Demam Tidak Selalu Karena Infeksi


Dikatakan demam(panas) apabila suhu tubuh di atas 37,2 derajat celcius.
Sedangkan gejala demam dapat ditemukan pada kondisi-kondisi berikut ini :

1. Infeksi
Infeksi oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit.

2. Neoplasma (tumor)
tumor solid, limfoma, penyakit Hodkin, leukemia. Demam pada leukemia dapat disebabkan infeksi namun dapat pula karena penyakit primernya, terutama pada Leukemia Myelogenous Kronik.

3. Penyakit pada jaringan ikat
Contoh : Demam Rematik Akut, Artritis reumatoid, Penyakit Still, SLE, vaskulitis

4. Gangguan pengaturan suhu tubuh (termoregulator)
Heat stroke(serangan udara panas), badai tiroid, sindroma neuroleptik maligna.
Badai tiroid dapat terjadi akibat komplikasi post operasi pasien hipertiroid. Sedangkan sindroma neuroleptik maligna yaitu hipertermi, hipertoni (kekakuan) otot, perubahan status mental, dan instabilitas sistem syaraf autonom pada pasien dengan neuroleptik.

5. Obat-obatan
Antibiotik (penisilin, sefalosporin, sulfonamid)
Methildopa
Hydralazine
Phenitoin
Klorpromazin
Anti inflamasi : ibuprofen (ni banyak dipake di puskesmas)
Dll

6. Demam yang tidak diketahui sebabnya (Fever Of Unknown Origin)
Demam >38,3 derajat celcius, lamanya minimal 3 minggu, dengan sebab yang tak terdefinisi

Taken from : Internal Medicine On Call, 1997

Rabu, 17 Juni 2009

SeNaM Otak YUK....

Senam Otak baik sekali untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Lakukan aktivitas ini sebelum Anda memulai kegiatan, Insya Allah lebih fresh dan bakal banyak ide... he he he

1. Gerakan Meregangkan Otot :
yaitu kemampuan berguling dari posisi tiarap sampai ke posisi telentang, dan sebaliknya, kemampuan membedakan daerah tubuh dan memulai gerakan dari satu bagian tubuh.
Fungsinya: membantu bicara, pemahaman dan halangan lain yang terkait dengan bicara
2. Burung Hantu Reseptif:
terapis berdiri di belakang si anak dan meremas bahu si anak sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
Fungsinya: integrasi tengkuk, integrasi visi dan mendengarkan dengan gerakan seluruh tubuh, agar bisa mensejajarkan kepala dan leher dengan lebih baik, memperhatikan, membedakan dan persepsi auditori, memori, kemampuan berpikir dan bicara.
3. Mengaktifkan Tangan:
terapis mengangkat kedua lengan anak lurus ke atas, menahan dengan lembut pada kedua sisi kepalanya, memanjangkannya, dan mengangkatnya sedikit naik dari tulang iga.
Fungsi: mengurangi ketegangan motorik kasar dalam bahu, dada, lengan dan tangan, koordinasi mata-tangan, cara bicara ekspresif dan kemampuan berbahasa, pernafasan lebih baik
4. Lambaian Kaki:
terapis memegang bagian bawah lutut (origo) dan di bagian tumit (insertio) secara bersamaan dengan posisi direntangkan (seperti posisi sila, tetapi kaki satunya menapak di lantai dan si anak berdiri, terapis menahan di belakang). Kemudian kakinya digerak-gerakkan seperti sedang melambai, ulangi dengan kaki lainnya.
Fungsi: kemampuan untuk menahan atau memulai sendiri, menahan berat secara lebih baik, mempertinggi ekspresi diri, dan cara bicara yang ekspresif serta keterampilan berbahasa
5. Pompa Betis:
anak berdiri pada jarak satu lengan dari meja dan menyandar ke dean pada meja sambil meletakkan telapak tangan di atas meja. Satu kaki ditarik lurus ke belakang sampai jari jari kakinya
menyentuh lantai dan tumitnya terangkat. Terapis memegangi pergelangan kaki anak sambil dengan lembut menekan tumit anak ke lantai. Lalu tumit diangkat dan proses menekan mengangkat diulangi beberapa kali untuk memanjangkan otot betisnya.
Fungsi: kemampuan untuk menahan dan memulai sendiri, menahan bobot, mempertinggi kesadaran sikap tubuh dan ekspresi diri, cara berbicara yang ekspresif dan kemampuan berbahasa
6. Sakelar Otak:
dengan satu tangannya, terapis dengan kuat memijat jaringan lunak di bawah tulang selangka anak, kiri dan kanan tulang dada, lalu terapis meletakkan tangannya yang lain pada pusar si anak.
Cara lain: terapis dengan perlahan menggerakkan sebuah pena dengan memegangnya dari jarak 12 sampai 18 inci dari hidung si anak, dari kiri bidang visual anak ke kanan, dan kembali lagi. Diulang. Fungsi: mengirim pesan dari belahan otak kanan ke sebelah kiri tubuh, dan sebaliknya, menerima oksigen lebih banyak, perbaikan koordinasi visual, peningkatan kemampuan berpijak dan memusat.
7. Menguap Ber Energi;
terapis menekan atau dengan lembut memijat sembarang titik yang tegang pada rahang anak khususnya pada tepi geraham bagian atas dan bawah, kemudian bersama sama anak, terapis
mengeluarkan bunyi desahan (menguap) yang membuat relaks.
Fungsi: perbaikan fungsi motor untuk otot otot yang terlibat dalam proses mengunyah dan bersuara, peningkatan relaksasi dan visual, perbaikan komunikasi yang ekspresif dan verbal, peningkatan kemampuan memilah informasi penting.
8. Pasang Telinga;
terapis menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menarik kedua telinga anak dengan lembut keluar dan melepas gulungannya dimulai dari puncak telinga dipijat lembut sepanjang lengkungannya, berakhir di cuping bawah (3 titik atas tengah bawah). Ulangi 3 x atau lebih.
Fungsi: membedakan persepsi, memori auditori, mendengarkan suaranya sendiri saat berbicara, daya ingat jangka pendek, bicara dalam hati dan keterampilan berpikir, mendengar dengan kedua telinga secara bersamaan.
Source : AAN ANWAR