Sabtu, 02 Juli 2011

Cutaneous Larva Migrans

Cacingan Pada Anak Ada yang di Kulit Lho.....

Beberapa kali saya menemui kasus penyakit cacingan tapi di  bawah kulit penderita. Lho. kok bisa? Ya, penyakit tersebut dinamakan cutaneous larva migrans. Cutaneous artinya kulit, larva adalah bentuk cacing saat bermigrasi dari luar ke dalam tubuh manusia dan migran berarti pindah. 

cacingan pada anak
Cutaneous larva migran ini terutama disebabkan karena kurangnya kurangnya higiene dan sanitasi dari penderita tersebut. Nah, siklus hidup dari parasit cacing ini dimulai saat telur cacing keluar dari tubuh hewan induknya (host). Telur ini kemudian berkembang menjadi larva di dalam tanah yang lembab, lembut dan berpasir. Larva ini   memiliki protease untuk bermigrasi ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit, kulit yang retak ataupun menembus langsung melalui kulit. Nah, kemudian dalam beberapa hari, larva berkembang menjadi cacing. Dia mobile juga, artinya bisa berpindah.
Gejala Cutaneous Larva Migrans
Selain adanya bentuk seperti cacing di bawah kulit, juga didapatkan rasa gatal, kemerahan di sekitar cacing. Biasanya ditemukan pada anak-anak ya bunda, karena mereka kan suka maen tanpa memakai sandal. Karena itu bunda, pencegahan yang terbaik adalah membiasakan pada anak hidup bersih dan sehat.

Pengobatan
Berdasarkan penelitian, pengobatan yang terbaik untuk cutaneous larva migrans adalah dengan obat oral (obat yang diminum). Ada pula dokter yang meresepkan salep obat cacing, namun tak semua kasus cutaneous larva migran sukses dengan terapi ini. 

Obat cacing yang direkomendasikan untuk kasus cutaneous larva migrans adalah
1. Thiabendazol (minthezol)
obat ini adalah obat pilihan utama untuk cutaneous larva migrans.
Ada yang berbentuk syrup (500 mg /5 cc) dan ada pula yang chewable dan tablet (dosis 500 mg/tablet)
Dosisnya adalah 50 mg/kgBB/hr dalam 2 dosis terbagi selama 2-5 hari.
Fungsi dari antihelmintik ini yaitu untuk menghambat malat dehidrogenase.
2. Obat cacing alternatif :
- Albendazol ( tablet 200 mg) diberikan sekali minum 2 tablet (400 mg) selama 3 hari.
- Mebendazole (vermox) terdapat dalam bentuk tablet 100 mg, cukup diberikan 1 kali (100 mg) sehari yang kemudian dapat diulang kembali 2-3 minggu.
Kedua obat alternatif di atas sudah ada di puskesmas lho, jadi bunda ga usah ragu, misalnya menemui tanda dan gejala cutaneous larva migrans segeralah ke puskesmas untuk berobat.

Apakah penyakit cacingan seperti ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya ?
Bunda tenang saja ya, untuk kasus cutaneous larva migrans, cacing ini tidak dapat menembus lapisan kulit (dermis) dan menyebar disebabkan mereka kekurangan enzim kolagenese yang diperlukan untuk menembus membrana basalis kulit. Sedangkan pada hewan pejamu, cacing ini dapat menyebar melalui pembuluh getah bening dan  pembuluh vena untuk selanjutnya ke paru-paru dan usus hewan.

Baca juga tentang penyakit Flu Singapura yang banyak menyerang anak-anak, waspadalah, waspadalah.....